ChatBox

Pages

Tampilkan postingan dengan label Psychological. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psychological. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Januari 2017

The Haunting in Connecticut 2: Ghosts of Georgia (2013)





The Haunting in Connecticut 2 ini sekuel dari yang pertama. Cuma, ya mirip-mirip The Conjuring gitu sih, ngga ada hubungannya antara satu dengan yang lain. Nah jadi gimana sih film ini? Baguskah? Tentang apa sih The Haunting in Connecticut 2 ini? Sebelum kita review dan bahas mengenai film ini mari kita bahas dulu nih sedikit informasi film ini.

| Judul: The Haunting in Connecticut 2: Ghosts of Georgia
| Sutradara: Tom Elkins
| Penulis Naskah: Dave Coggeshall
| Distributor: Lions Gate Entertainment
| Tanggal Rilis: 1 Februari 2013
| Durasi: 100 menit

Film ini sendiri menceritakan tentang sebuah keluarga yang terdiri dari satu ayah dan ibu serta satu orang anak yang masih kecil. Nah mamahnya sendiri dia ini masih trauma karena dia terus dibayang-bayangi sama orangtuanya (dalam kasus ini ibunya) yang terus membayang-bayangi dia buat ngomong/menyampaikan suatu pesan. Emang, ibunya ini punya sixth-sense. Tapi ia berusaha keras menolaknya dengan cara ia sering minum obat-obatan.

Nah si adik dari ibunya menjenguk mereka. Si adek atau yang biasa kita panggil tante ini, juga memiliki kekuatan yang sama. Ia tahu bahwa keponakannyapun memiliki hal tersebut. Namun, ibunya tidak pernah memberitahukan hal ini kepada anaknya walaupun si anaknya sendiri sering melihat hal-hal yang aneh.

Inti dari cerita ini sih sebenernya tentang bagaimana si ibu berjuang mati-matian agar anaknya gak seperti dirinya yang ketakutan karena memiliki sixth-sense sedangkan adiknya sendiri memerjuangkan agar keponakannya bisa menggunakan dan memanfaatkan kelebihan yang dimilikinya. Menurut saya sendiri, film ini masih kalah jauh dengan Hauntin in Connecticut yang pertama, dalam hal alur cerita dan kengerian yang diberikan. 

Kamis, 16 Juni 2016

O.T - Ghost Overtime (2014)


Sooo... Hello guys!  Jadi buat alian yang udah nonton 3 a.m pasti inget kan film terakhir dari tiga cerita yang disajikan oleh 3 a.m itu? Yup! Ketika ada kantor yang memperkerjakan beberapa pegawai. Saat mereka lembur, bos mereka yang (kayaknya sih) ngga ada kerjaan, dengan senang hati ngisengin mereka. Hingga akhirnya sesuatu yang tidak mereka bayangkan terjadi. Terus, apa hubungannya ama O.T - Ghost Overtime ini ya? Emang nyambung? Nah sebelum bahas lebih lanjut mengenai film ini, kita liat dulu yuk sedikit informasi mengenai O.T - Ghost Overtime itu sendiri.

| Judul: O.T - Ghost Overtime; O.T phi Overtime; O.T The Movie 
| Sutradara: Isara Nadee
| Penulis: - 
| Rumah Produksi: Five Star Production Co. Ltd
| Tanggal Rilis: 23 Oktober 2014 (Thailand)
| Durasi: 96 menit.

Nah jadi gimana sih apa hubungannya ini sama film 3 a,m tadi? Jadi sebenernya film ini adalah lanjutan dari film 3 a.m untuk cerita yang terakhir, cerita yang pegawai di kantor/ agensi itu. Nah untuk film Overtime ini sendiri, pemerannya kurang lebih sama, dengan beberapa pemeran tambahan baru. Alurnya masih sama, alur maju. Dan tetep masih sama juga ngeselinnya, karena penonton selalu dibuat penasaran samapi bingung mana sih yang sebenarnya dan mana yang cuma ulah keisengan mereka.

Inti cerita ini ya sebenernya cuma itu, pegawai di suatu kantor yang saling ngisengin satu sama lain. Herannya, ngisenginnya itu bener-bener total. Buat gue pribadi sih, agak ngga masuk akal aja gitu ngerjain sampe segitunya. Dengan penuh totalitas bok, sampe lo gatau mana yang bener mana yang cuma keisengan.

Uniknya adalah ada satu orang yang well, dia itu cupu. Tapi dia itu mesum dan dia ini kadang sok berani gitu. Sedihnya lagi, dalam setiap 'keisengan' yang direncanakan satu sama lain, dia ini yang paling ngga ngerti apa-apa dan ngga pernah diajak untuk kerjasama. Jadi dia ini kesel dan bener-bener ngga ngerti bahwa semua itu cuma bercandaan.

Keganjalan yang ada sih menurut gue ya...sepintas kalo gue liat sih, masa semua orang tuh kaget dengan semua keisengan yang ada. Bingung? Maksudnya tuh misalkan nih, ada sekelompok orang, dibagi ke tiga grup. Nah harusnya kan, pas grup A ngerjain grup B dan C, anggota grup A ngga perlu kaget-kaget banget dong? Kagetnya harusnya cuma dibuat-buat aja? tapi beberapa yang gue liat ada yang bener-bener kaget gitu. Ini sih cuma sepintas doang sih, mungkin bener mungkin salah. Soalnya gue udah kaget duluan liat mana ngerjain mana. Nah buat kalian yang mau nonton, boleh banget nanti kasih tau gue apa analisa gue bener atau salah :)


Sumber Gambar: disini.
Sumber Info Film: disini.

The Silence of The Lamb (1991)



Penasaran sama film ini karena udah lama banget sering muncul di game-game logo gitu kan, IconPop kalo ga salah deh nama gamenya. Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai film ini, ada baiknya kita kulik sedikit informasi mengenai film The Silence of The Lamb ini. Langsung aja guys~

| Judul: The Silence of The Lamb
| Sutradara: Jonathan Demme
| Penulis: Thomas Harris
| Distributor: Orion Pictures
| Tanggal Rilis: 30 Januari 1991 (NY City); 14 Februari 1991 (US)
| Durasi: 118 menit

Film ini menceritakan tentang seorang mahasiswa yang entah masih kuliah dan sudah semester akhir (ataupun sudah lulus) bernama Clarice Starling. Dia ditugaskan untuk menjalani magang dan mendapat tugas pertama yang cukup 'berat'. Ia diharuskan untuk mewawancarai Hannibal Lecter, seorang kanibal yang berada di penjara dengan penjagaan khusus. Entah bagaimana, ia sebagai wanita muda berhasil melakukan 'pendekatan' dengan Hannibal itu sendiri.

Pada saat yang sama, terjadi suatu kasus pembunuhan yang serupa, pembunuh yang biasa dipanggil Buffalo Bill. Ia dianggap sebagai psikopat yang tidak memiliki pola. Poladisini tuh maksudnya.....pembunuhannya dia tuh bener-bener random. Mulai dari pemilihan korbannya, ceweknya yang kayak gimana. Tapi menurut gue pribadi, serandom-randomnya, dia masih punya pola. Mengkuliti kobran perempuan. Even itu hal sederhana, menurut gue tetep pola sih :| Nah, wanita cantik ini mencoba untuk mengetahui bagaimana pandangan Hannibal mengenai psikopat tersebut. Alih-alih langsung memberikan jawaban, Hannibal justru mengumpulkan informasi pribadi dari wanita tersebut. Seperti bagaimana masa lalu dari Clarice Starling, hal-hal yang paling ia takuti dan seputar masa kecilnya.

Dan, pemberi informasi untuk pembunuh itu adalah...Hannibal Lecter. Sayangnya, dalam kondisi yang mendesak tersebut Hannibal terlanjur diamankan sebelum dapat menyebutkan nama pelaku itu sendiri. Akhir yang menegangkan menceritakan bagaimana pihak yang sama terbagai menjadi dua kelompok terpisah dengan clue yang sama. Sebenernya sih mereka satu pihak mempunyai informasi yang sama, tapi karena satu dan lain hal Starling ngga ikut dalam pencarian si Buffalo Bill itu sendiri. 

Film yang cukup menegangkan, namun saya sendiri cukup bosan mengikuti alur yang sedemikian rupa. Dari alur cerita sebenarnya film ini menarik, dan pemeran Hannibal Lecter sendiri digambarkan dengan baik, sebagaimana yang diceritakan (sebagai orang yang cerdas, berdarah dingin, tidak memiliki rasa takut dalam melakukan kanibalisme). Kata-kata yang cukup vulgarpun menggambarkan betapa ia tidak peduli dengan siapa ia berbicara.

Film ini tidak menunjukan terlalu banyak adegan pembunuhan ataupun kekerasan secara ekspilit. Lebih mengarah ke thriller. Mungkin untuk Anda yang memang mencari horror, gore atau adegan-adegan dengan banyak kontak fisik, film ini tidak terlalu cocok. Dan film ini sangat cocok untuk Anda yang membutuhkan ketegangan dengan sedikit adegan menyeramkan.