ChatBox

Pages

Tampilkan postingan dengan label American. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label American. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Januari 2017

The Haunting in Connecticut 2: Ghosts of Georgia (2013)





The Haunting in Connecticut 2 ini sekuel dari yang pertama. Cuma, ya mirip-mirip The Conjuring gitu sih, ngga ada hubungannya antara satu dengan yang lain. Nah jadi gimana sih film ini? Baguskah? Tentang apa sih The Haunting in Connecticut 2 ini? Sebelum kita review dan bahas mengenai film ini mari kita bahas dulu nih sedikit informasi film ini.

| Judul: The Haunting in Connecticut 2: Ghosts of Georgia
| Sutradara: Tom Elkins
| Penulis Naskah: Dave Coggeshall
| Distributor: Lions Gate Entertainment
| Tanggal Rilis: 1 Februari 2013
| Durasi: 100 menit

Film ini sendiri menceritakan tentang sebuah keluarga yang terdiri dari satu ayah dan ibu serta satu orang anak yang masih kecil. Nah mamahnya sendiri dia ini masih trauma karena dia terus dibayang-bayangi sama orangtuanya (dalam kasus ini ibunya) yang terus membayang-bayangi dia buat ngomong/menyampaikan suatu pesan. Emang, ibunya ini punya sixth-sense. Tapi ia berusaha keras menolaknya dengan cara ia sering minum obat-obatan.

Nah si adik dari ibunya menjenguk mereka. Si adek atau yang biasa kita panggil tante ini, juga memiliki kekuatan yang sama. Ia tahu bahwa keponakannyapun memiliki hal tersebut. Namun, ibunya tidak pernah memberitahukan hal ini kepada anaknya walaupun si anaknya sendiri sering melihat hal-hal yang aneh.

Inti dari cerita ini sih sebenernya tentang bagaimana si ibu berjuang mati-matian agar anaknya gak seperti dirinya yang ketakutan karena memiliki sixth-sense sedangkan adiknya sendiri memerjuangkan agar keponakannya bisa menggunakan dan memanfaatkan kelebihan yang dimilikinya. Menurut saya sendiri, film ini masih kalah jauh dengan Hauntin in Connecticut yang pertama, dalam hal alur cerita dan kengerian yang diberikan. 

Jumat, 17 Juni 2016

Dark Places (2015)


Dark Places merupakan film yang menurut rating sih, ngga tinggi-tinggi amat, bahkan memiliki nilai rating yang sedikit. Nah, justru terkadang gue menemukan sesuatu yang unik dan nggak biasa. Film-film ini yang seringkali disebut film underrated. Nah sebelum kita membahas lebih jauh ke film Dark Places yang menurut gue ini tuh oke punya, kita liat dulu nih sedikit informasi mengenai Dark Places.

| Judul: Dark Places
| Sutradara: Gilles Paquet - Brenner
| Penulis Naskah: Dark Places by Gillian Flynn
| Distributor: A24 (US); Entertainment One (UK); Mars Distribution (Perancis)
| Tanggal Rilis: 8 April 2015 (Perancis); 7 Agustus 2015 (US)
| Durasi: 112 menit

Jadi, Dark Places ini menceritakan tentang seorang anak perempuan kecil yang memiliki sebuah keluarga. Ayahnya menjadi penggangguran dan pekerja serabutan, ibu berserta saudara-saudaranya tinggal bersama di rumah mereka (peninggalan kakek dan nenek mereka) yang memiliki lahan peternakan. Mereka 5 bersaudara, saudara pertama laki-laki dan sisanya perempuan.

Pada suatu malam, terjadi pembantaian di keluarga tersebut. Hingga tinggal anak laki-laki dan adik perempuan terakhirnya, Libby, yang selamat. Libby diharuskan bersaksi di kepolisian untuk menyatakan bahwa kakaknyalah yang melakukan semua pembunuhan tersebut.

Mulai saat itu, hidupnya berubah. Semua orang mengasihaninya dan memberinya uang. Saat uangnya mulai menipis, ada suatu kelompok yang mengganggap dirinya sebagai Kill Club, dimana mereka suka memecahkan kasus yang sedang terjadi, dan mereka menawarkan uang kepada Libby yang sedang kesusahan ekonomi apabila ia mau mengingat kasusnya kembali. Petualangan Libby dimulai dari sini, dimana ia diharuskan untuk mencari tahu kebenaran dibalik semua yang telah terjadi.

Film dengan alur maju dan mundur ini menurut saya menarik, namun kita harus berfokus supaya memahami alur ceritanya dengan baik. Kita diajak untuk menerka-nerka siapakah yang sebenarnya bersalah, dan siapakah yang sebenarnya tidak bersalah. Kejadian demi kejadian berlalu dengan sedikit demi sedikit, membangunkan ingatan Libby yang mengalami trauma melihat keluarganya meninggal secara langsung. Untuk temen-temen yang suka thriller dan misteri, saya jamin film ini ga kalah seru buat kita tonton.


Sumber: Poster dan Informasi Film (klik disini).

Kamis, 16 Juni 2016

The Exorcist (1973)




Film yang sudah darilama saya ingin tonton. Berkali-kali mencoba mencari, hingga membeli DVD bajakan namun ternyata rusak, saya akhirnya pupus untuk mencari lagi mengenai film ini. Hingga ahirnya teman saya memberikan soft-file dan ita menontonnya bersama-sama. Namun walaupun kami menonton bersama-sama, kengerian tetap tercipta. Nah sebelum kita bahas gimana pengalaman gue nonton film ini, mari kita bahas dulu nih informasi mengenai film The Exorcism of Emily Rose itu sendiri.

| Judul: The Exorcist (1973)
| Sutradara: William Friedkin
| Penulis Naskah: The Exorcist by William Peter Blatty
| Tanggal Rilis: 26 Desember 1973 (US); 22 September 2000 (re-release).
| Distributor: Warner Bros
| Durasi: 121 menit

Sebelumnya, temen-temen tau nggak sih kenapa ini merupakan film yang fenomenal? Kalo temen-temen pernah dikerjain pake website atau aplikasi atau apapun, kalian sering gak sih ngeliat foto ini?


Nah, jadi yang ada di foto itu adalah mbak-mbak yang ada di film ini! Itu aja saya sadar abis nonton film ini. Kok ngeraa 'kenal' aja gitu sama mbaknya. Yaelah sedih amat familiar sama hantu :( Jadi gitu temen-temen cerita singkat hal menarik yang saya dapet dari film ini sendiri.

Terus buat ceritanya gimana sih film ini tuh? Secara singkat, sebenernya film ini menceritakan seorang anak seorang aktris yang mengalami kejadian-kejadian aneh. Kemudian, ibunya yang seorang atheis itu kebingungan apa yang harus ia lakukan. Di awal, digambarkan si ibu membawa anaknya ke dokter, ke psikolog, namun keadaannya tak kunjung membaik. Kemudian, ia teringat ia pernah melintasi sebuah gereja dan ia melihat pastur disana. Kemudian ia meminta tolong kepada pastur tersebut untuk menjenguk anaknya. Singkat cerita, pastur ini meminta bantuan Gereja untuk menyembuhkan anak tersebut, dibantu oleh Pastur senior.

Nah, yang bikin sebel adalah, kita ngga bakalan ngerti kenapa si anak ini sampe kesurupan dan dihantui sedemikian rupa, serta apa hubungannya Pastur senior dengan semua ini. Sayangnya, hal ini sama sekali ngga ada di film itu. Dan menyebalkannya hal ini masih 'katanya' bisa kita pahami di sekuel dari film ini sendiri. Tapi.... ya lagi-lagi susah untuk mencari film ini. Gitu.

Kemudian, saya iseng-iseng juga nyari di internet mengenai inti dari sekuel filmnya, namun sayang belum memuaskan jawaban-jawaban tersebut untuk saya. Belum cek di Wikipedia, sih. Baru review-review tetangga aja.

But overall, film ini layak ditonton. Memberikan ketegangan sekaligus kengerian. Bukan serem atau takut setan sih, karena disini ngga ada gambaran setan dan ngga ada gore-gore or something yang eksplisit. Tapi hebatnya, film ini memberikan kengerian tersendiri untuk penontonnya. Lumayan lah, woth-it. Rasa penasarannya setimpal kok sama kengerian sehabis film ini.


Sumber: Gambar Emily Rose (klik disini); Poster Film (klik disini)Informasi Film (klik disini).

The Conjuring 2 (2016)



Nah gimana nih temen-temen? Udah pada nonton filmnya belom? Atau justru pengen baca reviewnya dulu baru nonton? Nah disini saya akan negabahas dikit mengenai The Conjuring 2 ini beserta bagaimana pandangan saya sendiri setelah  nonton film ini. Sebelum kita baca review dan mengulas sedikit film ini, ini ada informasi untuk film The Conjuring 2 sendiri:

| Judul: The Conjuring 2
| Sutradara: James Wan
| Penulis: James Wan; Chad Hayes; Carey Hayes
| Distributor: Warner Bros Pictures
| Tanggal Rilis: & Juni 2016 (TCL Chinese Theater); 10 Juni 2016 (US)
| Durasi: 134 menit

Nah sekilas tentang The Conjuring 2, masih berkisah mengenai pasangan yaitu Mr Ed & Mrs Lorraine Warren yang mencoba untuk mengusir hantu dari sebuah keluarga. Awalnya mereka tidak mau melakukannya, karena mereka (terutama sang istri) sudah cukup lelah dengan semua yag ia lakukan. Penderitaan yang ia lihat dan secara tidak langsung ia rasakan juga. Namun, dengan permintaan dari seorang pastur mengenai suatu kejadian 'unik' di daerah Enfield Council House maka mereka berdua diminta untuk mengawasi rumah tersebut dan melaporkannya kepada piihak gereja.

Sebelum pengawasan dilakukan, mereka sudah mengalami beberapa kejadian yang 'tidak mengenakan' atas kondisi mereka sendiri saat ini. Nah, dalam pengawasan mereka, masih tidak terasa kaitan yang ada antara apa yang mereka alami dengan apa yang 'keluarga' itu alami. Mereka bahkan merasa ditipu, karena apa yang terjadi seolah-olah hanya buatan dari keluarga itu sendiri utnuk kepentingan sendiri. Singkat cerita, mereka kemudian sadar bahwa ada sesuatu yang lebih 'menakutkan' sedang menunggu mereka untuk menemukannya. Kemudian dimulailah titik menegangkan hingga klimaks film ini berlalu dengan baik.

Jadi kesimpulannya, gimana sih film ini? menyeramkan? Menakutkan? Bagus? Nah menurut saya film ini sendiri cukup bagus dengan alur yang sedikit berantakan dimana kita harus menerka-nerka apa kaitannya satu dengan yang lain. Kemudian, apakah menyeramkan? Menurut saya tidak. Dibandingkan dengan The Conjuring, The Conjuring lebih memberikan mimpi menyeramkan untuk saya. Kalo saya kasih perbandinngan nilai sih, The Conjuring: The Conjuring 2 untuk nilai 'keseraman' saya kasih 4:8.

Kemudian, mengapa saya bisa bilang film ini tidak emenyeramkan yang pertama adalah karena, beberapa hal dalam film ini cukup 'unik'. Ada nilai romantisnya, ada nilai kekeluargaannya, bahkan ada komedinya, Ya, walaupun hanya satu adegan yang 'sedikit lucu'. Namun secra keseluruhan. film ini layak untuk ditonton.

The Silence of The Lamb (1991)



Penasaran sama film ini karena udah lama banget sering muncul di game-game logo gitu kan, IconPop kalo ga salah deh nama gamenya. Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai film ini, ada baiknya kita kulik sedikit informasi mengenai film The Silence of The Lamb ini. Langsung aja guys~

| Judul: The Silence of The Lamb
| Sutradara: Jonathan Demme
| Penulis: Thomas Harris
| Distributor: Orion Pictures
| Tanggal Rilis: 30 Januari 1991 (NY City); 14 Februari 1991 (US)
| Durasi: 118 menit

Film ini menceritakan tentang seorang mahasiswa yang entah masih kuliah dan sudah semester akhir (ataupun sudah lulus) bernama Clarice Starling. Dia ditugaskan untuk menjalani magang dan mendapat tugas pertama yang cukup 'berat'. Ia diharuskan untuk mewawancarai Hannibal Lecter, seorang kanibal yang berada di penjara dengan penjagaan khusus. Entah bagaimana, ia sebagai wanita muda berhasil melakukan 'pendekatan' dengan Hannibal itu sendiri.

Pada saat yang sama, terjadi suatu kasus pembunuhan yang serupa, pembunuh yang biasa dipanggil Buffalo Bill. Ia dianggap sebagai psikopat yang tidak memiliki pola. Poladisini tuh maksudnya.....pembunuhannya dia tuh bener-bener random. Mulai dari pemilihan korbannya, ceweknya yang kayak gimana. Tapi menurut gue pribadi, serandom-randomnya, dia masih punya pola. Mengkuliti kobran perempuan. Even itu hal sederhana, menurut gue tetep pola sih :| Nah, wanita cantik ini mencoba untuk mengetahui bagaimana pandangan Hannibal mengenai psikopat tersebut. Alih-alih langsung memberikan jawaban, Hannibal justru mengumpulkan informasi pribadi dari wanita tersebut. Seperti bagaimana masa lalu dari Clarice Starling, hal-hal yang paling ia takuti dan seputar masa kecilnya.

Dan, pemberi informasi untuk pembunuh itu adalah...Hannibal Lecter. Sayangnya, dalam kondisi yang mendesak tersebut Hannibal terlanjur diamankan sebelum dapat menyebutkan nama pelaku itu sendiri. Akhir yang menegangkan menceritakan bagaimana pihak yang sama terbagai menjadi dua kelompok terpisah dengan clue yang sama. Sebenernya sih mereka satu pihak mempunyai informasi yang sama, tapi karena satu dan lain hal Starling ngga ikut dalam pencarian si Buffalo Bill itu sendiri. 

Film yang cukup menegangkan, namun saya sendiri cukup bosan mengikuti alur yang sedemikian rupa. Dari alur cerita sebenarnya film ini menarik, dan pemeran Hannibal Lecter sendiri digambarkan dengan baik, sebagaimana yang diceritakan (sebagai orang yang cerdas, berdarah dingin, tidak memiliki rasa takut dalam melakukan kanibalisme). Kata-kata yang cukup vulgarpun menggambarkan betapa ia tidak peduli dengan siapa ia berbicara.

Film ini tidak menunjukan terlalu banyak adegan pembunuhan ataupun kekerasan secara ekspilit. Lebih mengarah ke thriller. Mungkin untuk Anda yang memang mencari horror, gore atau adegan-adegan dengan banyak kontak fisik, film ini tidak terlalu cocok. Dan film ini sangat cocok untuk Anda yang membutuhkan ketegangan dengan sedikit adegan menyeramkan.

Senin, 23 Mei 2016

Dirty Grandpa (2016)


Gimana gimana? Pada penasaran gak sama film yang diperankan dua tampan beda generasi ini? Robert De Niro dan Zac Efron disatukan di American Comedy yang....ya komedi banget sih. Nah sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai dua ganteng ini, mending kita liat sedikit informasi mengenai film ini lebih dulu. Yuk!

| Judul: Dirty Grandpa
| Sutradara: Bill Block, Michael Simkin, Jason Barrett, Barry Josephson
    | Penulis: John M. Phillips
    | Distributor: Lions Gate
    | Tanggal Rilis: 22 Januari 2016
    | Durasi: 102 menit/ 109 menit (unrated).

    Film ini menceritakan tentang Grandpa yang baru ditinggal pergi untuk selamanya oleh sang istri, kemudian istrinya berpesan ke dia bahwa "kamu harus bahagia". Dan menurut Grandpa-nya sendiri, untuk bahagia, dia butuh 'tidur' bareng wanita. Menurut pengakuan si Grandpa ini, dia udah berrrrrtahun-tahun ga bobo sama cewe.

    Nah dalam pemenuhan hal tersebut, ia meminta si cucunya (yang diperankan oleh Zac Efron) buat nemenin dia 'mencapai' tujjuan dia which is si cucu tersayangnya ini ga ngerti tujuan si kakek adalah bobo sama cewe. Sedangkan dia sendiri, sudah harus mempersiapkan pernikahannya yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

    Perjalanan mereka makin seru ketika mereka ketemu dua orang wanita dan satu pria yang akan bersenang-senang menghabiskan liburan di pantai. Konflik mulai berdatangan, dan serunya adalah, justru si kakek lah yang tetap melindungi si cucu menghadapi permasalahan yang bermunculan, dan si cucu ini sampai kaget, ternyata ada fakta-fakta yang ga disampaikan si kakek ke dia dan ayahnya.

    Jadiii, apakah si kakek akan berhasil mencapai 'tujuan'nya? Gimana akhirnya si cucu dengan pernikahannya? Terus siapa sih dua cewe dan satu pria tadi? SIap-siap dibuat terkesima dengan kakek ganteng dan gaul ini deh!


    Sumber gambar: Dirty Grandpa

    Kamis, 10 Desember 2015

    Noah (2014)


    Dan lagi-lagi kita berjumpa di blog ini! Halooooo semuanya, semoga baik-baik saja. Nah hari ini gue bakal bahas tentang film yang, yaaa cukup menarik perhatian pada masanya. Karena pas mau nonton tuh film ini ternyata dilarang sama pemerintah dan gak boleh tayang di Indonesia. Akhirnya jadi kepo kan tuh, kenapa sih sama film ini? Nah langsung yuk bahas aja!

    | Judul: Noah
    | Sutradara: Darren Aronofsky
    | Penulis: Darren Aronofsky & Ari Handel
    |Tanggal rilis: 10 Maret 2014 (premiere-Mexico City); 28 Maret 2014 (US)
    | Durasi: 138 menit

    Film yang mingkin diilhami dari kisah nabi nuh ini tidak sepenuhnya 'nuh'.
    Basic yang sama (jumlah anak 4, jumlah istrinya 1, dan detail mengenai hewan dan urutan keturunan hingga ada Nuh dimulai dari Adam, manusia pertama).

    Ada beberapa yang berbeda dengan aslinya, seperti:
    1. Ham dan Yafet (anak ke 2&3 dari nabi Nuh)
    Tidak membawa istri/ suami (karena saya rasa Yafet itu perempuan)
    2. Tuhan digambarkan sebagai 'the creator'.
    3. Ada mahluk dari batu yang dibuat oleh 'the creator'.
    Tidak bisa dipastikan bener-bener ngga ada ataupun bener-bener ada sih, saya ngga hidup di zaman Nuh. Kalo berdasarkan Alkitab, mereka ngga ada.
    4. Detail info cukup tepat, seperti saat Nuh mabuk dan ditemukan anaknya dalam keadaan telanjang.

    Cukup menarik, namun sayang gambar/ visualisasi kurang bagus. Benar-benar terlihat editan. Don't take it seriously, ini bukan 'memfilmkan' seutuhnya mengenai nabi Nuh, hanya 'terinspirasi' dan 'meminjam detail' dengan sedikit/ banyak perubahan.


    Sumber poster: Noah

    Jessabelle (2014)


    Film horror yang ini worthed buat ditonton. Kenapa? Karena ada plot-twist dan juga kejuan-kejutan lainnya di film ini. Hayo siapa yang ga suka kejutan? Kalo kejutannya serem sih gamau yah. Sama :( Langsung aja yuk sekilas info tentang film ini!

    | Judul: Jessabelle
    | Sutradara: Kevin Greutert
    | Penullis: Ben Garant
    | Tanggal rilis: 7 November 2014 (US)
    | Durasi: 90 menit.
    (sumber wikipedia)

    Nah jadi gimana nih gimana? Film ini salah satu film horror yang membuat kita berfikir hingga akhir film! Siapa sih? Kenapa sih? Kok gitu? Kok?
    Film horror menakjubkan dengan sedikit adegan yang mainstream (sound mengagetkan, bahkan hantu mengagetkan). Dengan timing yang tepat membuat kita merasa hantu yang disajikan cukup masuk akal. Bahkan di beberapa scene hantu tersebut tampak seperti manusia! (Well, mereka memambg manusia, tapi dalam kasus ini kita akan menggangap mereka sebagai hantu dan mereka mirip manusia) bingung? Then skip it, sorry. 
    Mungkin tidak terlalu dekat sengan budaya  di Indonesia, vodoo.
    Perbedaan ras, pertentangan nilai dengan nilai seharusnya, pembunuhan, dan pengadopsian anak.
    Cerita yang layak untuk ditonton, dan diperlukan sedikit 'mikir' di akhir ceritanya.
    Cukup tertantang?



    Sumber poster: Jessabelle

    Senin, 17 November 2014

    Camp X-Ray (2014)


    Halo! Balik lagi sama blog review yang agak ga genah ini. Semoga para pembaca yang baik hati ga bosen yah sama aku ;( (apa coba sik). Naaaaaah jadi kita bakal bahas apa hari ini? Yupiw bener banget, kita bakal bahas Camp X-Ray yang ada mbak Kristennya.

    | Judul : Camp X-Ray
    | Sutradara : Petter Sattler
    | Tanggal Rilis: 17 January 2014
    | Durasi : 117 menit

    Based on the temporary detention facility Camp X-Ray at the Guantanamo Bay detention camp.

    Film yang tidak dengan jelas memulai darimana, apa tujuan, dan mengapa mereka sampai ditempat tersebut. Atau mungkin hanya saya yang ingin mengetahui lebih lanjut mengapa dan asal muasal dari certita tersebut.

    Jalan cerita yang menggambarkan bagaimana keadaan didalam ruang tahanan, memberikan kita dua sisi, 'korban' dan 'penjaga'. Tidak banyak yang bisa diceritakan, tetapi cukup menarik, memberikan banyak detail, namun apabila kita mencari apa yang didapat dari film tersebut dan untuk diceritakan kembali, mungkin hanya beberapa kalimat, kehidupan di tahanan. Oh, I did it. 1 kalimat.

    Poin intinya adalah kebaradaan manusia di dalam dua poisi yang berbeda, yang satu menjadi penjaga, yang satu menjadi tahanan. Dimana tahanan disini (mungkin) menjadi seseorang yang tidak mengetahui smengapa mereka diletakan disana selama bertahun-tahun. Dan sang penjaga, harus menjadi setagas, sedingin, dan se-tidak-mau-bicara itu. Mungkin kita bisa melihat lebih jauh kepada sisi psikologis yang digunakan.

    Yang menjadikan film ini agak susah diterima di negara Islam adalah mereka masih mengganggap dan menyeterotypekan bahwa Muslim-lah yang menjadi teroris, dan sebagainya (terutama orang Timur Tengah).

    Kristen Steward mendalami perannya dengan baik, sama sekali bukan Kristen 'Twilight' yang kita kenal. Menjadi Kristen Steward yang benar-benar tidak menye-menye. Penasaran? 



    Sumber: Camp X-Ray

    Senin, 03 November 2014

    Divergent (2014)



    Nah, walaupun Rain telat banget bawain review tentang film yang satu ini, tapi gapapa lah ya. Daripada engga gitu. Nah, Rain bakalan bahas dulu nih sedikit info mengenai film ini.

    |Judul: Divergent
    |Sutradara: Neil Burger
    |Tanggal Rilis: 21 Maret 2014
    |Durasi: 139 menit

    Based on same novel, by Veronica Roth.

    Film yang menyajikan tentang fiksi ini cukup masuk akal.
    Membatasi dunia 'dalam' dengan dunia 'luar' yang entah apa, mereka membagi divisi dunia dalam menjadi 5, yaitu:

    1. Abnegation Divisi orang-orang yang suka menolong orang lain, tidak memikirkan diri sendiri, suka membantu yang lemah, bahkan orang yang tidak masuk ke dalam divisi manapun.

    2. Amity
      Divisi yang dianggap paling bahagia. Dengan bekerja sebagai petani, dan berkebun, mereka diibaratkan hidup tanpa beban, tanpa memikirkan apapun, hidup yang selalu berbahagia.

    3. Candor 
      Divisi yang bekerja dibidang pemerintahan, berkaitan dengan politik, dan hukum. Mereka selalu berbicara jujur walaupun menyakitan. Maka dari itu, mereka dipercaya memegang hukum.

    4. Dauntless
      Divisi penjaga keamanan bangsa (ea). Berisi orang kuat dan pemberani. Pemberani diutamakan. Bertuhgas untuk menjaga antar divisi supaya tisak bertengkar (bertengkar banget nih?). Dan menjaga keamanan dunia dalam. Paling keras dalam pembinaan fisik, lebih mengutamakan kerja fisik. Mungkin kalo realisainya kayak satpam --eh polisi sih lebih tepatnya.

    5. Erudite
      Divisi yang berisi orang-orang pintar. Sangking pintarnya, mereka ini mikirnya jauh banget entah kemana....

    Pada awalnya mereka hidup damai, hingga keluarga api menyerang.................................
    Ngga deng, ini bukan Aang kok.

    Nah didalam dunia dalam itu (halah celana dalam)(maap garing). Ada sebuah keluarga bahagia, punya anak ganteng dan mbak cantik. Orangtua mereka berada di Abnegation. Nah, buat mereka, ketika anak mereka ngga mengambil divisi yang sama, dicurigakan mereka (orangtua dari si anak) ngga bisa menanamkan nilai-nilai yang baik ke anak-anak mereka, atau bahkan mereka menekan anak-anak mereka, sehingga saat mereka menjadi dewasa dan harus memilih, mereka memilih untuk berpisah dengan orangtuanya.

    Terus gimana sama keluarga ini? Mereka keluarga kecil yang bahagia (ini beneran). Tapi ya itu, anak-anak mereka merasa mereka cocok dengan divisi yang lain, bukan divisi yang sesuai dengan orangtua mereka.

    Bla-bla-bla sampai akhirnya keliatan lah, anak perempuan mereka 'nggak biasa' atau bisa dibilang sebagai divergent, orang yang memiliki niat-niat dan bibit-bibit pemberontak. Tentu aja orang-orang seperti mereka ngga diharapkan buat hidup di dunia dalam, yang memiliki keteraturan tingkat tinggi.

    Dibalik itu, ternyata orang-orang Erudite yang entah terlalu pinter atau emang punya niat bburuk untuk membodohi yang lain, mereka bilang kalo semua yang lain itu mempunyai bibit-bibit pemberontak untuk menguasai dunia dalam.

    Yang agak hmmmmmm dari film ini yaitu:
    1. Erudite takut Abnegation menguasai dunia, bukan sama Candor.
      Kenapa bisa sih? Pengen banget ngebunuh orangtuanya pemeran utama? (maaf sekip banget sama nama pemeran utamanya).Oh iya, Tris! Trisnowati. LOL. Garing bhay. Nama pemeran utamanya Tris. Padahal kalo dipikir secara logika, ngapain mereka mikirin urusan sama orang-orang baik hati ya? Bukannya mereka harusnya berebut sama orang-orang yang ngomongin politik? (well, tell me if I'm wrong, please. And I will view the movie (again)).

    2. Erudite pinter, memilih Dauntless.
    3. Ini sih menurut aku aja ya, kenapa Erudite memilih Dauntless buat nolong mereka buat menguasai dunia? Karena:
    • Kalo  mereka mau menguasai dunia, bantuan siapa yang paling kuat? yang ngutamain fisik? Ya Dauntless.
    • Siapa yang bertugas mengamankan keadaan dunia dalam? Dauntless. Kalo yang disuruh  ngamanin mereka yang kontrol, siapa yang mau ngelawan?
    Pinter ya yang bikin novel? Udah sadar belom tentang yang kedua? Hayo jujur....apa aku yang bikin kalian menyadarinya? #EA. Tak lupa mereka memberikan sedikit romansa (ceelah) romantis untuk pemuda pemudi, insan di dunia yang sedang jatuh cinta. 
    Pokoknya film ini recommended  sih dari aku. 
    Kalau masalah nilai, hemmm, mungkin kukasih 7,8 kali ya? hihi.
    Selamat menonton! 
    Oiya, biasanya kan kalian kepo nih pengen ikut kuis, kalo kalian masuk divisi apa?
    Bisa nih klik disini:


    Tambahan nih, entah ini website offiial atau bukan, boleh buka:


    Selamat mencoba, ciao!



    Sumber foto: Divergent

    Edge of Tomorrow - Live. Die. Repeat. (2014)


    Halo halo semuanya! Giman nih gimana? Udah mantengin yah pengen dikasih review? Ahahaha geer banget sih Rain :( sedih. Nahhh guyssss, mungkin agak ketinggalan sih baru bahas film ini. Awalnya juga ga niat nonton, eh ada dan waktu lagi kosong. Langsung aja deh yuk~

    |Judul: Edge of Tomorrow
    |Sutradara: Doug Liman
    |Tanggal Rilis: 6 Juni 2014 - United States
    |Durasi: 113 menit

    Based on: All You Need is Kill - Hiroshi Sakurazaka

    Film yang dibintangi oleh Tom Cruise ini nampaknya cukup menarik untuk ditonton. Dengan tagline yang membat penonton penasaran, film ini ternyata cukup mengecewakan.
    Fil yang terkesan low-budget ini (karena adegannya diulang-ulang) menyajikan film aksi yang cukup membosankan pada menit-menit pertama. Padahal kalo urusan budget, jelas.......film ini menghabiskan biaya yang........besar nggak sih? $ 178 Million. He-he-he.

    Adegan yang sama diputar hingga berkali-kali, dimana aktor tampat ini dikisahkan pada awalnya dia diutus untuk berperang dalam line pertama di barak prajurit tanpa memiliki background mengenai perang sama sekali (diceritakan awalnya dia adalah orang yang bekerja di bagian iklan hingga menjadi seorang jenderal).

    Cerita berubah menjadi cukup menarik dan cukup lucu --adegan Tom Cruise berusaha untuk menemui wanita yang menjadi lawan mainnya, Emily Blunt dengan cara menghindari bos prajurit, namun sayang sekali, dia gagal.

    Di menit-menit pertengahan, cukup menyenangkan, karena kita tidak perlu melihat adegan yang sama --dimana Tom Cruise kembali ke awal barak-- namun langsung dilanjukan dengan adegan penting, saat dia mempelajari bagaimana untuk bertarung melawan alien, dan bagaimana perjuangannya meyakinkan lawan mainnya.

    Hingga akhir, nampaknya pengulangan masih sering dilakukan, namun langsung kepada poin dimana dia melakukan kesalahan, bukan dimana dia di kembalikan ke barak pada awal cerita (karena nampaknya cek point pertamanya adalah di tempat itu.

    Film yang lumayan bagus untuk ditonton dan diamati, atau bahkan dicermati. #EA
    Namun sayang sekali, perjuangan tanpa henti tampaknya juga cukup membosankan untuk ditonton, dikarenakan ending yang terkesan bertele-tele.
    Untuk pemberian nilai, mungkin saya agak ragu akan memberikan nilai dari kisaran 6,8 hingga 7,0.
    Untung saja pemeran utama yang ganteeeeng banget ini lumayan membantu untuk mengurangi rasa bosan (lho?). Jadi, siap berulang? :)


    Sumber: Cover Edge of Tomorrow

    The Fault in Our Stars (2014)


    Percaya ngga percaya, Rain nonton drama ini juga. Jujur gue bukan orang yang suka drama. Berhubung pas adanya film ini temen-temen di twitter pada ngomongin, yaudah deh dedek nonton uga....... Terus terus gimana nih? Langsung deh cyin dibahas~

    | Judul: The Fault in Or Stars
    | Sutradara: Josh Boone
    | Tanggal Rilis: 6 Juni 2014 - United States
    | Durasi: 125 menit

    Film yang diangkat dari novel membuat penulis nangis bombay. (Emang penulisnya aja sih yang cengeng). Tokoh yang diperankan oleh benar-benar menjadi sosok yang berbeda dengan seseoang yang ada di Divergent (2014). Tokoh Tris yang begitu kuat, menjadi seseorang yang begitu rentan (namun tetap kuat seperti sebelumnya, tetep dauntless gitu).

    Kisah dua orang remaja yang mengidap penyakit kanker ini dikemas dengan apik, dan pintar. Dengan background penyika sastra karya Peter Van Houtten yang diperankan oleh , akhirnya mimpi ... Menjadi kenyataan.

    Kisah cinta remaja yang tidak sulit untuk diikuti ini memiliki ending yang cukup wow, tidak kuduga sebelumnya (bakal beda cerita kalo udah baca novelnya, sih). 

    Dengan banyak quotes yang menggambarkan kekaguman seorang pria terhadap wanita bakal bisa membuat wanita mabuk kepayang, deh. Yang paling sering dibilang sih 'kau cantik sekali hari ini'. Dan ini nih yang bikin cewe luluh sama cowo. Mana ada sih cewe yang ngga suka dibilang cantik? Ea curhat, gan.

    Ngga cuma bermodal kata-kata indah dari pemeran pria utama aja, quotes dari sahabatnya (yang hmm, lucu sih, ganteng sih, tapi......gitu).
    Penasaran? Boleh tuh ditonton sama pacar, atau gebetan, atau keluarga juga boleh kok, asal jangan sama suami orang aja sih. Yee garing bhay.

    Segitu dulu deh dari aku, kebanyakan nangis pas nonton jadi ngga gitu mengamati sesuatu yang ganjil deh. 
    Oh iya ada 1!

    1. Pas bapaknya nganter anaknya sama ibunya, pintu rumahnya ngga ditutup!
    Dari perangainya sih (ea perangai) dia kayak mo ikut (berkaitan sama pas nyokapnya bilang mereka sekeluarga bakalan cabut) eh ternyata bokapnya ngga ikut. Padahal pas nganterin ke mobil kayak mo ikut gitu (apasih ndok).

    Iyaa gitu deh ditonton aja jadi kalian tau bokapnya ikut apa engga deh, hihi.
    Selamat menonton dan menangis ria!



    Sumber: Cover The Fault in Our Stars




    Sabtu, 11 Oktober 2014

    The Purge: Anarchy (2014)


    Saya salah satu dari (mungkin) sekian banyak orang yang menantikannya jauh-jauh hari (ceillah). Waktu itu sempet denger temen bilang, katanya ada film yang ceritanya pemerintahan disana ngijinin pembunuhan selama seharian. Eh ternyata yang dimaksud ya film ini......

    |Judul: The Purge: Anarchy
    |Sutradara: James de Monaco
    |Tanggal Release: 18 Juli 2014
    |Durasi  103 menit

    Berjuang untuk hidup dalam 12 jam. 12 jam, dimana mereka dibebaskan untuk saling membunuh dengan kedok 'pembersihan'. Bertemunya sekumpulan orang dengan latar belakang yang berbeda, dimulai dari pegawai kafe dengan seorang anak perempuan; pasangan suami istri yang hampir bercerai; seorang pria yang ingin memanfaatkan waktu 'pembersihan' untuk membalaskan dendam anaknya. Dalam keadaan terjepit membuat mereka harus berjuang bersama untuk mempertahankan hidup. Slasher yang tidak terlalu slasher. Menampilkan beberapa mayat namun tidak terlalu vulgar dengan ceceran darah.

    Beberepa yang saya amati adalah:
    1. Sebagian besar 'purge' mengenakan topeng berwarna putih bahkan salah satu dari mereka memiliki tulisan 'God' pada dahi mereka.
    2. Beberapa geng berkulit hitam, kaum miskin digambaran berkulit hitam.
    3. Pemeran utama (penyelamat) berkulit putih, tangguh.
    4. Berandalan kota; orang berkulit hitam yang membutuhkan uang sehingga rela mengorbankan teman/ kaumnya.
    5. Salah satu bukti bahwa uang bisa membeli segalanya, nyawa seseorang sekalipun.
    6. Pembela kaum miskin, dan yang menentang pembersihan, lagi-lagi orang berkulit hitam.
    7. Orang kaya dan investor pembeli berkulit putih, belum saya lihat orang berkulit hitam yang menjadi investor.
    8. Dalam kasus ini, dua orang berkulit hitam dijadikan poin utama, sangat penting, dan seringkali digambarkan bahwa mereka penting. Namun hingga akhir saya tidak menemukan mengapa mereka sangat diincar, ataupun mereka sangat diinginkan untuk mati.
    9. Mendekati akhir cerita digambarkan dengan jelas bagaimana pemeran utama memiliki dendam yang amat sangat untukmembalaskan dendam anaknya.
    10. Memiliki akhir cerita yang tidak terduga! 
    Cerita yang sangat menarik apabila melihat dari ide cerita yang disodorkan.
    Bukan mustahil diilhami dari keadaan yang memaksa manusia berambisi yang ingin mengubah dengan dunia ini hanya dengan cara melakukan 'pembersihan'. Ide ini muncul dari beberapa pemikiran yang mengganggap bahwa hal apapun sudah tidak dapat dilakukan untuk membenahi dunia ini.
    Ohya, film ini merupakan sequel dari The Purge (2013).
    Sekian yang dapat saya berikan untuk film ini. Kalau mau referensiin film boleh loh! Kritik dan saran juga ditunggu. Maaciw :3



    Sumber gambar: Cover The Purge

    Dracula [untold] (2014)


    Bener-bener tidak ada niatan untuk menonton. Tapi nonton,, terus di bioskop mahal wkwk. Langsung aja kali ya daripada aku curhat :(

    |Judul: The Dracula (untold)
    |Sutradara: Gary Shore
    |Tanggal Rilis: 10 Oktober 2014 - United States
    |Durasi: 92 menit


    Berawal dari perang kerajaan.
    Diawali dengan kejamnya bangsa Turki yang mendidik ribuan anak laki-laki untuk menjadikan mereka prajurit sadis dan bengis. Hingga munculah anak yang sangat kuat, dan ditakuti bernama Vlad. Dia dianggap sebagai monster, seorang penyula dari Transylvania-saya agak lupa nama kerajaan mereka.


    Pada akhirnya, Vlad membuat kerjaannya sendiri dan memimpinnya dengan damai, walaupun harus memberikan upeti kepada Turki.
    Namun pada suatu hari, raja Turki, sultan Mehmed II meminta Vlad mengirimkan seribu anak laki-laki untuk menjadi prajurit Turki, Vlad berusaha untuk melindungi kerajaannya, dan dia mendatangi sebuah gua, untuk membuat perjanjian dengan iblis. 

    Yang menarik untuk saya dalam film ini adalah:
    1. Background waktu yang bagus-- kerajaan. Menggambarkan kepada kita bahwa film dracula ini berasal dari sejarah tua, yang menjadi momok untuk manusia hingga saat ini, mitos lebih tepatnya.
    2. Kostum yang bagus. Untuk saya yang menggagumi kostum-kostum Eropa kerajaan, sungguh suguhan pakain yang menarik. Namun sebagian besar tokoh laki-laki, sehingga hanya sedikit gaun yang pergunakan.
    3. Animasi pengelihatan tokoh yang dianggap dracula buruk. Membuat kita bingung untuk bebrapa saat, animasi apakah tersebut. Ternyata, animasi tersebut adalah seolah-olah pengelihatan infrared.
    4. Hal lucu ataupun unik yang saya amati selanjutnya adalah masalah bathup. Bathup berada dikamar. Mungkin selanjutnya saya akan mencari tahu menggapa mereka menaruh bathup di kamar.
    5. Kalau tidak salah, pada awalnya kerajaan Vlad bernama Transylvania-sekali lagi saya agak lupa nama kerajaan mereka. Namun pada akhirnya Vlad memproklamasikan bahwa nama kerajaan mereka adalah Dracula.
    6. Saya baru paham bahwa untuk menjadi dracula, dracula awal harus memberikan darahnya untuk diminum orang lain, sehingga orang lain tersebut menjadi dracula juga. Nah, apabila dracula tadi menggigit dan menghisap darah korban, maka korban akan menjadi mayat, atau tidak menjadi dracula.
    Untuk saat ini berikut review yang dapat saya berikan. Saya sangat senang sekali apabila teman-teman ada yang mau berbagi ide, sejarah, maupun review untuk The Dracula (untold) kali ini. Terimakasih :3


    Sumber gambar: Cover Dracula (untold) | Penyulaan